27 November 2008

Bhineka Bridge


Dengan berpacu pada pembangunan yang mengeksplorasikan unsur etnis tradisional dan modern, desain bridge ini sengaja didesain sedemikian rupa sehingga dapat sebagi bangunan yang mengurangi atau mengkristalisasi budaya modern secara keseluruhan.

Seiring dengan perkembangan zaman, mustahil kehdupan ini taidak mengikuti budaya modern, namun bukan berarti meninggalkan budaya tradisional sendiri. Dari hal tersebut, sehingga mengilhami kami untuk merancang dan mendesain dengan konsep memadukan antara budaya modern dan tradisonal.

Unsur modern yang kami konsepkan, dapat terlihat dari bentuk konstruksi jembatan yang tampak sebagai bangunan yang kokoh dan futuristik. Tiang pancang menjulang sebanyak 5 buah, pada titik-titik tertentu digunakan sebagi pusat ikatan dari pengait-pengait pada sisi tepi jembatan. Pengait tersebut berfungsi sebagai penguat bentang jembatan yang cukup panjang ini.

sketsaq



Gambar ini merupakan gambar sketsa yang saya buat sendiri sebagi latihan dalam pengembangan kemampuan dalam menggambar. Namun gambar yang saya buat ini bukanlah merupakan gambar yang saya buat berdasarkan inspirasi pribadi melainkan saya mempelajari dari buku contoh-contoh teknik dalam menggambar.
Pada gambar ini, saya menekankan latihan pada karakter objek air yang tenang. Dimana karakter objek air yang tenang menunjukkan adanya kesan bening serta kesan aksen bayangan dari objek yang ada di atasnya. Untuk memberi kesan air yang tenang, penggunaan tarikan garis-garis lurus serta garis yang kuat perlu diperhatikan. Bagian air yaenekanan terhadap kekuatan aksen garis, yang perlu diperhatikan selanjutnya dalam pembuatan gambar sketsa yang menunjukkan karakter air adalah kehadiran pantulan atau bayangan dari objek yang berada di sekitarnya. Dengan begitu, gambar sketsa yang dibuat akan menunjukkan kesesuaian denagn karakter aslinya dan menjadikan kesan gambar seolah-olah nyata dan hidup.